Rabu, 05 April 2017

dasar penumatik



DASAR PNEUMATIK
1.      Pengertian Pneumatik
Istilah umum yang terkait dengan mekanika udara. Istilah pneumatik berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘pneuma’ yang berarti napas atau udara. Berasal dari kata pneumatikos yang artinya sesuatu yang berasal dari angin.
Istilah pneumatik selalu berhubungan dengan teknik penggunaan udara bertekanan, baik tekanan di atas 1 atmosfer maupun tekanan di bawah 1 atmosfer (vacuum). Sehingga pneumatik merupakan ilmu yang mempelajari teknik pemakaian udara bertekanan (udara kempa).

2.      Keuntungan Sistem Pneumatik
·         Jumlah udara berlimpah
·         Transfer udara relative mudah dilakukan
·         Dapat disimpan
·         Tidak sensitive terhadap suhu
·         Tahan ledakan
·         Kebersihan
·         Kesederhanaan konstruksi
·         Kecepatan
·         Keamanan
                                                                 
3.      Kekurangan Sistem Pneumatik
·         Gangguan suara yang bising
·         Gaya yang ditransfer terbatas
·         Dapat terjadi pengembunan

4.      Komponen-komponen Sistem Pneumatik
a)      Kompresor; alat mekanikal untuk menaikan tekanan suatu gas dengan cara menurunkan volumenya.
b)      Regulator & Gauge; Regulator adalah komponen untuk mengatur supply udara terkompresi masuk ke sistem pneumatik. Sedangkan gauge berfungsi sebagai penunjuk besar tekanan udara di dalam sistem.
c)      Check Valve; valve atau katup untuk mencegah adanya aliran balik dari fluida kerja, dalam hal ini udara terkompresi.
d)     Tanki Akumulator; atau disebut juga buffer tank berfungsi sebagai cadangan (storage) tekanan udara terkompresi yang digunakan untuk penggerak aktuator.
e)      Saluran Pipa; Pipa-pipa digunakan untuk mendistribusikan udara terkompresi dari kompresor atau tanki akumulator ke berbagai sistem aktuator.
f)       Directional Valve; atau katup pengatur arah yang instalasinya berada tepat sebelum aktuator, berfungsi untuk mengatur kerja aktuator dengan cara mengatur arah udara terkompresi yang masuk atau keluar dari aktuator.
g)      I/P Controller; komponen ini berfungsi untuk mengubah perintah kontrol dari sistem kontrol yang berupa sinyal arus, menjadi besar tekanan udara yang harus disupply ke aktuator.
h)      Aktuator; alat yang berfungsi untuk melakukan kerja pada sistem pneumatik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar